Mendorong Transisi Ketahanan Menuju Kedaulatan Pangan Desa Lewat Inovasi Terintegrasi Mahasiswa
- Admin
- /
- 2026-08-31 09:29:17
- /
- Views: 5
Mahasiswa KKN Unwar mendorong kedaulatan pangan Desa Tegallalang melalui pakan fermentasi, pemanfaatan limbah pertanian, dan penghijauan produktif.
GIANYAR — Wacana pembangunan pertanian nasional kini dituntut untuk bergeser dari sekadar pencapaian indikator angka ketahanan pangan menuju perwujudan kedaulatan pangan yang sejati. Ketahanan pangan kerap hanya mengukur ketersediaan fisik bahan pangan tanpa memedulikan dari mana dan bagaimana pangan tersebut diproduksi. Sebaliknya, kedaulatan pangan menempatkan desa serta petani lokal sebagai pemegang kendali utama atas sistem, produksi, dan distribusi pangan mereka sendiri.
Gagasan mendasar tersebut mengemuka dalam acara penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Warmadewa yang diselenggarakan di Desa Tegallalang, Gianyar, pada Senin (31/8/2026). Pengabdian mahasiswa yang berlangsung selama satu setengah bulan ini tidak sekadar diisi dengan kegiatan seremonial, melainkan berfokus pada eksekusi program terapan berbasis sirkular ekonomi guna memutus ketergantungan desa pada pasokan barang dari luar.
Salah satu persoalan laten yang dihadapi para peternak di tingkat desa adalah tingginya biaya pakan serta fluktuasi pasokan. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN mengimplementasikan teknologi pengolahan pakan ternak terfermentasi berbasis pemanfaatan limbah pertanian lokal. Sisa hasil panen berupa dedaunan yang sebelumnya sering dibakar atau dibuang begitu saja, kini diolah menggunakan agen mikroba pengurai.
Pengolahan pakan terfermentasi ini secara signifikan meningkatkan nilai nutrisi dan daya simpan pakan. Hasilnya, para peternak di Tegallalang tidak lagi panik saat menghadapi musim kemarau atau kelangkaan pakan hijau segar. Inovasi ini menjadi pilar penting dalam mewujudkan peternakan berkelanjutan dan ramah lingkungan, sekaligus menjamin kepastian pasokan daging lokal secara konsisten tanpa merusak ekosistem sekitar.
Sisi penguatan ekosistem darat disasar melalui program penanaman pohon buah dan bunga yang dirancang dengan fungsi ganda. Mahasiswa bersama warga lokal melakukan penghijauan pada area-area strategis dan lahan kritis di wilayah desa. Penanaman ini tidak berhenti sebagai aksi konservasi tanah dan air semata, melainkan dikonsepkan sebagai investasi pangan jangka panjang.
Pilihan pohon buah yang ditanam diproyeksikan menjadi penyedia sumber gizi mandiri bagi masyarakat desa pada masa mendatang. Sementara itu, penanaman berbagai jenis tanaman bunga memiliki nilai strategis ganda: mempercantik lanskap desa sebagai destinasi wisata, merawat keberadaan serangga penyerbuk (pollinator) demi keseimbangan ekosistem, serta menyediakan komoditas bunga yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi untuk ritual adat dan kebudayaan warga lokal di Bali.
Akademisi Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa, Dr. I Nengah Muliarta, S.Si., M.Si., menyoroti pentingnya keberlanjutan dari seluruh program kerja yang telah diuji coba oleh mahasiswa di lapangan. Pakar yang konsisten mengawal isu pengelolaan limbah dan sirkular ekonomi ini menegaskan bahwa keberhasilan KKN tidak diukur dari bagusnya laporan akhir di kampus, melainkan dari sejauh mana masyarakat mengadopsi inovasi tersebut menjadi kebiasaan baru.
“Semoga program yang telah dikerjakan mahasiswa dapat dilakukan berkelanjutan oleh masyarakat, sehingga desa tidak hanya berhenti pada ketahanan pangan tapi bergerak ke kedaulatan pangan,” tegas Dr. Muliarta saat memberikan arahan di sela-sela acara penutupan KKN.
Pria yang mengantongi doktor ilmu pertanian tersebut menambahkan bahwa kedaulatan pangan desa hanya bisa dicapai jika warga setempat memegang penuh kendali atas input produksi—mulai dari pupuk, pakan, hingga ketersediaan benih lokal. Kehadiran mahasiswa melalui integrasi pakan terfermentasi dan konservasi produktif dinilai telah meletakkan pondasi awal yang sangat kuat.
Penggabungan antara kepakaran akademis, semangat inovasi mahasiswa, dan kearifan lokal warga Tegallalang ini membuktikan bahwa desa memiliki potensi raksasa untuk mandiri. Model pemberdayaan ini diharapkan dapat direplikasi secara meluas di berbagai kawasan perdesaan lain di Bali untuk memperkuat ketahanan pangan regional berbasis kemandirian lokal.
Sementara Perbekel Desa Tegallalang, Anak Agung Gede Raka Ardana menyatakan mengapresiasi program yang telah digagas oleh mahasiswa KKN. Apalagi program tersebut sejak awal kegiatan telah diselaraskan dengan program desa.
"Masyarakat sudah mulai ada yang mengadopsi pelatihan ataupun pengetahuan yang diberikan oleh masyarakat, kendati dampaknya belum optimal dan memerlukan waktu lebih panjang" kata Ardana
Ia mengakui kendati program telah berjalan tentu ada evaluasi, dimana masa atau waktu mahasiswa dilapangan cukup pendek hanya sebulan. Akibatnya mahasiswa sedikit punya waktu untuk melakukan pendamping secara lebih mendalam dan periodik.
Ia berharap program KKN seperti ini terus berlanjut karena masyarakat membutuhkan pendampingan yang periodik. Mengingat apa yang dilakukan mahasiswa sangat dirasakan oleh masyarakat.
"Sangat bermanfaat bagi masyarakat kami di desa, sangat membantu. Bidang ketahanan pangan yang sudah sesuai program pemerintah. Ketahanan yang kami buat melalui desa yaitu peternakan babi" ungkapnya
Berita terkait
Limbah Pertanian Diolah Jadi Pakan Fermentasi Babi Bernutrisi Tinggi
2026-08-22 03:44:35Limbah pertanian lokal di Tegalalang diolah menjadi pakan fermentasi bernutrisi tinggi untuk menekan biaya pakan babi dan mendukung ekonomi sirkular..
Bumikan Usahatani Mina Padi
2021-12-16 12:04:54.
Tepati Janji Kelompok Tani Garam Kusamba Ucapkan Terimakasih Kepada Gubernur
2022-01-25 08:00:20.



