AHY Tegaskan Tiga Perjuangan Partai Demokrat dihadapan Mantan Wapres Budiono dan Akademisi
- Admin
- /
- 2026-09-02 05:01:08
- /
- Views: 2
AHY menegaskan tiga agenda perjuangan Partai Demokrat, yakni memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi.
JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan tiga agenda utama yang harus terus diperjuangkan Partai Demokrat, yakni memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi. Ketiga agenda tersebut dinilai tetap relevan dalam menjawab berbagai tantangan bangsa di tengah perubahan zaman.
Hal tersebut disampaikan AHY dalam Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat yang digelar Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Dalam refleksi perjalanan 25 tahun Partai Demokrat, AHY mengatakan dinamika politik yang dihadapi partai telah mengalami berbagai perubahan. Menurutnya, pengalaman berada di pemerintahan maupun di luar pemerintahan menjadi bagian dari proses pendewasaan Partai Demokrat untuk terus memahami kebutuhan masyarakat dan menjaga relevansinya.
“Yang jelas, di tengah-tengah perubahan dunia, perubahan politik Indonesia, ada satu hal yang tidak boleh berubah, yaitu Demokrat harus selalu dekat dan bersama dengan rakyat. Ini yang menjadi kekuatan perjuangan kita,” ujar AHY.
AHY menegaskan kedekatan dengan rakyat menjadi prinsip penting dalam menjalankan perjuangan politik. Menurutnya, ketika partai meninggalkan rakyat, saat itu pula partai akan kehilangan relevansi serta kekuatan moral untuk memperjuangkan berbagai persoalan masyarakat.
Karena itu, AHY menempatkan tiga agenda utama sebagai bagian dari perjuangan Partai Demokrat, yakni memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi. Ketiga agenda tersebut juga menjadi bagian dari refleksi terhadap perjuangan Demokrat sejak berdiri hingga memasuki usia ke-25 tahun.
Majukan Ekonomi secara Berkeadilan
Dalam bidang ekonomi, AHY menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga memberikan kesejahteraan secara luas. Pembangunan ekonomi harus mampu memastikan masyarakat memiliki pekerjaan, penghasilan, serta daya beli yang memadai.
“Kita ingin membangun ekonomi Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu tidak lengkap jika tidak diikuti dengan kesejahteraan bersama,” tegas AHY.
Menurutnya, Indonesia perlu terus mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus keluar dari middle income trap, mengentaskan kemiskinan, serta mengurangi ketimpangan sosial dan disparitas antarwilayah.
AHY juga mengaitkan agenda tersebut dengan pembangunan infrastruktur dan kewilayahan yang menjadi bagian dari tugasnya di pemerintahan. Pembangunan fisik, kata dia, harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, memperkuat konektivitas, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Empowering people, connecting regions, sustaining generations. Sustainability juga menjadi satu paket. Isu lingkungan tidak boleh menjadi isu pinggiran. Dalam setiap agenda pembangunan harus kita letakkan di situ,” jelasnya.
Tegakkan Keadilan
Agenda kedua yang ditekankan AHY adalah keadilan. Ia menilai keadilan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut kesempatan masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
“Demokrat harus selalu memperjuangkan itu, apalagi bagi masyarakat yang lemah. Keadilan bukan hanya berarti di mata hukum, tetapi juga bagaimana masyarakat Indonesia memiliki kesetaraan untuk mendapatkan economic opportunity yang baik agar bisa naik kelas,” kata AHY.
Ia menyebut petani, nelayan, guru, buruh, pelaku UMKM, hingga ibu rumah tangga perlu mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan. Akses terhadap pendidikan dan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam menghadirkan keadilan.
AHY menilai persoalan keadilan memiliki makna mendasar bagi masyarakat. Kehidupan yang belum sejahtera masih dapat diterima ketika terdapat harapan untuk memperbaikinya, tetapi perlakuan yang tidak adil menjadi persoalan yang lebih sulit diterima.
“Dan sejatinya, masyarakat mungkin masih bisa menerima ketika hidupnya belum terlalu sejahtera. Tapi sulit menerima ketika diperlakukan tidak adil. Jadi keadilan ini sangat hakiki dan ini harus kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Jaga Demokrasi
Agenda ketiga adalah menjaga demokrasi. AHY menilai demokrasi bukan sekadar tujuan akhir, melainkan jalan untuk membawa bangsa menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama.
“Kita ingin memastikan bahwa di Indonesia tetap subur, matang demokrasi itu agar bangsa kita semakin bermartabat dan berkeadaban,” ujar AHY.
Menurutnya, kebebasan tetap harus dijamin, tetapi dijalankan secara bertanggung jawab dengan tetap berpegang pada etika dan konstitusi. Ruang demokrasi juga perlu dibuka secara luas bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi dan mengambil bagian dalam kehidupan kebangsaan.
AHY menegaskan komitmen terhadap demokrasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas dan perjuangan Partai Demokrat.
“Demokrat juga tidak ingin lepas, apalagi namanya saja Demokrat. Tidak mungkin demokrasi tidak menjadi bagian penting, atau tidak menjadi agenda penting dari perjuangan ke depan,” pungkasnya.
Melalui Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat, AHY berharap berbagai pandangan dari tokoh, akademisi, dan peserta dapat menjadi masukan bagi perjalanan Demokrat ke depan. Ia menekankan pentingnya partai untuk terus mendengar sebelum berbicara, termasuk mendengarkan kritik dan masukan yang dapat membantu Demokrat memperbaiki diri.
AHY juga berharap hasil sarasehan dapat menjadi referensi bagi Partai Demokrat dalam menyusun kebijakan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat, baik melalui kader Demokrat di parlemen maupun yang menjalankan tugas di pemerintahan.
Sarasehan 25 tahun Partai Demokrat ini menghadirkan sejumlah tokoh dan akademisi untuk memberikan pandangan diantaranya Wakil Presiden RI ke-11 Prof. Dr. H. Boediono, M.Ec; Prof. Greg Barton dari Deakin University Australia; Prof. Burhanuddin Muhtadi dari Indikator Politik Indonesia; Prof. Siti Zuhro, Peneliti Senior LIPI dan Peneliti Utama BRIN; Yenny Wahid, Direktur The Wahid Institute; Prof. Hermanto Siregar, Rektor PERBANAS Institute dan Guru Besar IPB University; Prof. Hikmahanto Juwana, Guru Besar Ilmu Internasional FHUI. Diskusi dimoderatori oleh Ahmad Khoirul Umam, Ph.D., Kepala BRAINS Partai Demokrat.
Turut hadir Wakil Ketua MPR RI yang juga Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas); Sekretaris DPP Partai Demokrat yang juga Anggota DPR RI, Herman Khaeron; Bendahara DPP Partai Demokrat, Irwan; Menteri Ekonomi Kreatif yang juga Sekretaris Majelis Tinggi Partai (MTP), Teuku Riefky Harsya; Menteri Transmigrasi yang juga Kepala Bappilu Demokrat, M Iftitah Sulaiman Suryanagara; Kepala Bakomstra, Herzaky Mahendra Putra hingga jajaran MTP, Mahkamah Partai, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar, para Waketum, Wasekjen, Wabendum, Kepala Badan, Deputi dan seluruh kader Partai Demokrat.
Berita terkait
HUT ke-25 Partai Demokrat, Tutik Tekankan Persatuan dan Toleransi Bangsa
2026-08-24 02:32:00Rayakan HUT ke-25 Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani menekankan pentingnya persatuan, toleransi, lingkungan, dan peran generasi muda Bali..
KPU Bali Edukasi Pemilih Muda Buleleng agar Cerdas dan Berintegritas
2026-09-01 14:16:30KPU Bali mengedukasi pemilih muda se-Kabupaten Buleleng tentang demokrasi, hak pilih, partisipasi pemilu, serta pentingnya melawan hoaks dan politik uang..
PRO-KONTRA PIDATO MEGAWATI
2023-01-15 19:57:52.





