HKTI & Nama Beken Pengurusnya
- Admin
- /
- 2025-11-11 13:29:08
- /
- Views: 278
Setelah 15 tahun terpecah, dua kubu HKTI resmi bersatu kembali di bawah kepemimpinan Sudaryono, membawa harapan baru bagi perjuangan dan kesejahteraan petani.
Bersatunya lagi organisasi petani sekelas Himpunan Kerukunan Tani Indonwsia (HKTI), benar-benar memberi harapan baru bagi nasib dan kehidupan kaum tani si Tanah Merdeka. Setelah kurang lebih 15 tahun HKTI terbelah menjadi dua kubu, HKTI terkesan telah kehilangan makna "RUKUN" nya. Banyak petani yang bertanya, mengapa organisasi petani, harus menjadi korban kepenringan pihak-pihak tertentu?
Perjalanan panjang untuk menyatukan kembali HKTI, menjadi catatan sejarah, akan adanya pihak-pihak yang ingin mewujudkan SATU HKTI. Mereka tidak ingin HKTI hanya dijadikan alat untuk memuaskan kepentingan politik yang sifatnya sesaat. Mereka ingin agar HKTI tidak dibawa ke ranah kepentingan politik praktis. Sepatutnya, HKTI selalu mengumandangkan kepentingan politik pembangunan.
Perjuangan untuk melahirkan SATU HKTI lagi, sejak awal Oktober 2025, akhirnya dapat diwujudkan. Dengan penuh kebesaran jiwa, kedua kubu yang terpecah sejak 2010, kembali "bergandengan tangan" untuk sama-sama melebur diri menjadi satu HKTI. Sejak itu, kita tidak akan melihat lagi ada HKTI Prabowo atau pun HKTI Oesman Sapta. Yang ada hanya ada HKTI yang sipimpin oleh Ketua Umumnya Sudaryono.
Penyatuan kembali HKTI, tentu saja bukan hanya dilandasi oleh adanya komitmen dan arah perjuangan baru dari dua kubu HKTI, namun juga diperlihatkan dengan tampilnya nama-nama besar yang mewarnai kepengurusan HKTI baru tersebut. Banyak pengamat menyebut, kepengurusan dengan jumlah 582 orang, betul-betul merupakan organisasi masyarakat yang gemuk sekaligus memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Dilihat dari struktur organisasi HKTI baru ini, setidaknya ada lima Dewan (Pembina, Penasehat, Pertimbangan, Kehormatan dab Pakar), yang dipimpin oleh tokoh- tokoh bangsa, yang kini tengah manggung memimpin bangsa dan negara. Selain itu, ada Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI yang diketuai oleh Sudaryono, sekaligus selaku Wakil Menteri Pertanian RI.
Untuk lebih lengkapnya, Kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Periode 2025 - 2030 adalah sebagai berikut :
Ketua Dewan Pembina DPN HKTI : *Jend. TNI. Purn. Prabowo Subianto Djojohadikusumo*
Wakil Ketua Dewan Pembina DPN HKTI : *Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, MS.*
Sekretaris Dewan Pembina DPN HKTI : *Gerardus Budisatrio Djiwandono*
Ketua Dewan Penasehat DPN HKTI : *Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP.*
Wakil Ketua Dewan Penasehat DPN HKTI : *Hj. Siti Hediati Soeharto, SE.*
Sekretaris Dewan Penasehat DPN HKTI : *Arief Prasetyo Adi, Ph.D.*
Ketua Dewan Pertimbangan DPN HKTI : *Dr. Oesman Sapta Odang*
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPN HKTI : *Dr. Ir. Benny Pasaribu, M.Sc.*
Sekretaris Dewan Pertimbangan DPN HKTI : *Irjend. Pol. Purn. Erwin T.P.L. Tobing*
Ketua Dewan Kehormatan DPN HKTI : *Jend. TNI. Purn. Dr. Moeldoko*
Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPN HKTI : *H. Andi Iwan Darmawan Aras, SE., M.Si.*
Sekretaris Dewan Kehormatan DPN HKTI : *Prof. Dr. Arif Satria, SP. M.Si.*
Ketua Dewan Pakar DPN HKTI : *Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Jafar Hafsah*
Wakil Ketua Dewan Pakar DPN HKTI : *Ir. Hj. Delima Hasri Azahari, MS., Ph.D.*
Sekretaris Dewan Pakar DPN HKTI : *Ir. Nandra Djajantya Dwaputra*
Ketua Umum DPN HKTI : *H. Sudaryono, B.Eng., MM., MBA.*
Ketua Harian 1 : *Mayjend. TNI. Purn. Dr. Bachtiar Utomo*
Ketua Harian 2 : *Ir. Mulyono Machmur, MS.*
Ketua Harian 3 : *Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Syakir*
Sekretaris Jenderal DPN HKTI : *H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si.*
Bendahara Umum : *Diana Dewi, SE.*
Di jajaran pimpunan Dewan Pembina, kita akan temukan nama Prabowo Subianto dan Rakhmat Pambudi. Ke dua nama bukanlah nama baru dalam Keluarga Besar HKTI. Keduanya sempat menjadi Ketua Umum dan Sekjen HKTI. Untuk melengkapi Dewan Pembina ini, posisi Sekretarisnya dipercayakan dan diisi oleh tokoh muda Budi Satrio Djiwandono yang dikenal sempat menjadi Pimpinan Komisi IV DPR RI.
Di jajaran Dewan Penasehat telah ditetapkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Mb Titiek Soeharto sebagai pimpinannya. Siapa yang tak kenal dengan Amran dan Mb Titiek ? Keduanya merupakan tokoh bangsa yang cukup getol nelakukan pembelaan dan perlindungan terhadap kaum tani. Bahkan saat Munas HKTI di Bali tahun 2010, Mb Titiek ini sempat meramaikan bursa pemilihan Ketua Umum HKTI.
Rengrengan Dewan Pertimbangan pun ada bama Oesman Sapta dan Benny Pasaribu. Kedua tokoh ini, tak perlu diragukan keberpihakannya terhadap dunia pertanian dan pembangunan petani. Reputasi kedua tokoh dalam pembangunan petani telah teruji dan dikenali banyak pihak. Ketika keduanya memimpin DPP HKTI, banyak program dan karya nyatanya yang dirasakan para petani di lapangan.
Di deretan Dewan Kehormatan, ada nama Moeldoko dan Arif Satria. Jendral (Purn) dan Rektor IPB University ini merupakan tokoh nasional yang terekam cukup hirau terhadap perkembangan dan perjalanan.dunia pertanian di negeri ini. Banyak gagasan dan pikiran serta terobosan cerdas yang telah disampaikan demi kemajuan para petani.
Begitu pun mereka yang memimpin Dewan Pakar. Siapa insan pertanian yang tak tahu Mohamad Jafar Hafsjah ? Beliau dibesarkan dalam birokrat pertanian.yang melanjutkan pengabdiannya menjadi politisu. Keluarga Besar pertanian mengenal betul kiprah Bung Jafar dalam menelorkan kebijakan dan regulasi yang nyata-nyata memberi perlindungan dan pembelaan terhadap petani.
Terkait dengan Dewan Pimpinan Nasional HKTI, terpilihnya Sudaryono selaku Ketua Umum secara aklamasi oleh kedua kubu HKTI, memberi isyarat bahwa Wakil Menteri Pertanian RI ini telah mendapat dukungsn penuh untuk menjalankan roda organisasi HKTI untuk lima tahun ke depan. Mas Dar ini dinilai mampu melahirkan aura baru bagi perjalanan HKTI ke depan.
Mencermati nama-nama besar yang memimpin HKTI diatas, sebetulnya tidak ada satu alasan pun yang membuat HKTI tidak berkiprah seperti yang diimpikan. Pertanyaan kritisnya adalah apakah ada niat dari para pengurusnya untuk betul-betul berkiprah menggelindingkan HKTI sebagai organisasi petani yang berjuang untuk menjadikan kaum tani di negeri ini hidup berdaya dzn bermartabat?
Akhirnya penting disampaikan, DPN HKTI 2025-2030, kini telah dikukuhkan. Banyak harapan yang diberikan kepada para pengurusnya. Kaum tani ingin agar HKTI benar-benar mampu melaksanakan Visi dan Misinya. Petani tidak ikhlas jika HKTI yang baru bersatu ini, selesai dengan dikukuhkan para pengurusnya. HKTI harus berkiprah dan terhindar dari penyakit "tuk-cing" (dibentuk lalu diam).
HKTI mesti tampil sebagai organisasi petani yang betul-betul memahami apa sebetulnys yang menjadi "suara petani". HKTI perlu mengenali dengan baik bagaimana caranya agar petani, khususnya petani gurem dan buruh tani, dapat terbebaskan dari suasana hidup mixkin yang menderanya. HKTI penting melahirkan terobosan cerdas menuju kemskmuran dan kesejahteraan petani.
Berita terkait
GEK ALIKA TOP MODEL INDONESIA CILIK PROVINSI BALI 2022
2022-11-21 11:13:32.



