Strategi Zero Waste Pertanian Jeruk Bangli Lewat Inovasi Kemasan Eco-Friendly
- Admin
- /
- 2026-07-30 21:55:59
- /
- Views: 179
Komoditas jeruk dari kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, kerap kali menghadapi tantangan efisiensi pascapanen dan limbah yang terbuang sia-sia. Menjawab tantangan tersebut, tim akademisi merancang pendekatan sistematis melalui penerapan konsep zero waste berbasis inovasi kemasan ramah lingkungan.
DENPASAR,— Komoditas jeruk dari kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, kerap kali menghadapi tantangan efisiensi pascapanen dan limbah yang terbuang sia-sia. Menjawab tantangan tersebut, tim akademisi merancang pendekatan sistematis melalui penerapan konsep zero waste berbasis inovasi kemasan ramah lingkungan (eco-friendly).
Langkah strategis ini ditujukan untuk meminimalkan potensi limbah hasil pertanian jeruk sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal agar mampu bersaing lebih luas di pasar modern. Ketua Tim Pengabdi yang juga akademisi dari Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa, Ir. I Wayan Sudiarta, MP, menjelaskan bahwa pengelolaan rantai pasok pertanian jeruk memerlukan terobosan yang tidak hanya mengedepankan aspek penjualan, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.
"Pengolahan hasil pertanian jeruk sejatinya bisa dimaksimalkan hingga tuntas tanpa menyisakan limbah yang merusak lingkungan. Lewat pendekatan zero waste dan penggunaan inovasi kemasan eco-friendly, kita ingin mengoptimalkan nilai tambah jeruk Bangli dari hulu ke hilir," ujar Wayan Sudiarta saat dikonfirmasi pada Sabtu (25/7/2026). Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela kegiatan pelatihan dan pendampingan serangkaian program Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW) yang berlangsung di Kintamani, Bangli.
Melalui kegiatan PBW ini, tim akademisi Universitas Warmadewa memberikan edukasi serta pendampingan langsung kepada kelompok mitra, yakni Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari, Desa Pengejaran, Kintamani, Bangli. Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan jeruk kelas dua (second grade) atau bagian buah yang tidak lolos sortir menjadi produk turunan bernilai jual, sehingga seluruh hasil panen dapat terserap optimal.
Selain pemanfaatan produk turunan, tim pengabdi juga memperkenalkan penggunaan kemasan ramah lingkungan berbasis bahan hayati (biodegradable) kepada para anggota KWT Mekar Sari. Penggunaan material ini dirancang untuk menggantikan plastik sekali pakai sekaligus menjaga mutu dan kesegaran buah selama proses distribusi.
Wayan Sudiarta menambahkan, efisiensi distribusi tersebut sangat penting agar kerusakan fisik buah saat pengiriman dapat diminimalkan, yang pada akhirnya menekan volume sampah organik di tingkat pengecer. Integrasi antara pemanfaatan limbah dan kemasan bernilai ekologis ini diharapkan menjadi rujukan model pertanian berkelanjutan di kawasan Bangli.
Melalui kolaborasi erat antara akademisi dan KWT Mekar Sari Desa Pengejaran, program PBW ini menargetkan terciptanya ekosistem pertanian jeruk Kintamani yang berdaya saing tinggi, efisien, serta berwawasan lingkungan secara jangka panjang.
Berita terkait
Lewat Program KKN, Mahasiswa Unwar Diminta Bantu Perkuat Edukasi Pengelolaan Sampah Desa
2026-07-21 12:41:48Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Warmadewa (Unwar) diminta menjadi motor penggerak literasi lingkungan di tingkat akar rumput. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak sekadar membawa seruan formal, melainkan mampu memberikan edukasi konkret mengenai cara pengolahan sampah sejak dari sumber, termasuk menyasar institusi pendidikan anak usia dini..
Momen Suka Cita Penjual Saat Lapaknya Dikunjungi Wapres
2022-05-11 07:21:29.
Tutik Kusuma Wardhani Hadiri Ngaben Ibunda I Made Sada, Sampaikan Belasungkawa
2026-10-26 01:57:28Tutik Kusuma Wardhani menghadiri upacara Ngaben Ngelanus ibunda I Made Sada di Sanur sebagai bentuk penghormatan terakhir dan ungkapan belasungkawa..





