SETINGGI APA PUN JABATANMU, JANGAN LUPAKAN SEJARAH PERJALANANMU

  • Admin
  • /
  • 2026-11-03 14:14:18
  • /
  • Views: 41

SETINGGI APA PUN JABATANMU, JANGAN LUPAKAN SEJARAH PERJALANANMU

Anggota DPR RI Frederik Kalalembang mengajak pejabat tetap rendah hati, menjaga komunikasi, menghargai dukungan, dan tidak melupakan orang-orang yang berjasa.

Oleh: Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang

Jabatan yang tinggi membawa tanggung jawab yang besar. Di tengah kesibukan dan berbagai penghormatan yang kita terima, ingatlah dari mana kita berangkat serta siapa saja yang pernah hadir dalam perjalanan kita.

Sebelum berada pada kedudukan hari ini, ada senior yang sabar membimbing, teman yang membantu ketika kita kesulitan, serta keluarga dan saudara yang tetap percaya ketika kita sendiri mulai kehilangan keyakinan. Ada yang memberikan nasihat, membuka kesempatan, bahkan menyebut nama kita dalam doa tanpa pernah kita ketahui.

Jangan sampai setelah berada di atas, kita sulit dijangkau oleh orang-orang yang dahulu membantu kita melangkah.

Saya bersyukur kepada Tuhan karena masih diberikan kehidupan, kesehatan, dan kesempatan sampai hari ini. Kepercayaan untuk duduk sebagai anggota DPR RI merupakan amanah yang sangat saya syukuri sekaligus tanggung jawab yang harus saya jalankan dengan sungguh-sungguh.

Ketika merenungkan perjalanan ini, saya teringat orang-orang sederhana yang pernah saya temui. Mungkin ada seseorang yang hidup dalam keterbatasan dan pada suatu waktu Tuhan memberi saya kesempatan untuk membantunya. Saya tidak pernah mengetahui seberapa besar arti bantuan itu baginya. Bisa jadi, dari perjumpaan sederhana tersebut tumbuh persaudaraan, doa, dan kepercayaan yang terus menyertai perjalanan saya.

Semua itu mengingatkan saya untuk tidak meremehkan siapa pun. Setiap orang memiliki martabat, harapan, dan ketulusan yang patut kita hargai.

Saya sadar bahwa duduk di kursi legislatif tidak ditentukan oleh satu orang. Ada ratusan, ribuan, bahkan puluhan ribu orang yang memberikan kepercayaan. Ada yang meluangkan waktu, mengeluarkan tenaga, mengajak keluarga dan sahabat, serta berjuang dengan caranya masing-masing agar saya dapat mengemban amanah ini.

Karena itu, saya harus selalu mengingat bahwa di balik kursi yang saya duduki, ada harapan banyak orang yang dititipkan kepada saya.

Mereka yang telah berjuang dan mempercayakan harapannya kepada saya layak mendapatkan waktu dan perhatian. Saya harus terus berusaha menjaga komunikasi, mendengarkan cerita mereka, dan mengetahui persoalan yang sedang mereka hadapi.

Tidak semua orang yang menghubungi sedang meminta bantuan. Ada yang hanya ingin bertanya kabar, menyampaikan pendapat, atau merasa dekat dengan orang yang dahulu mereka dukung. Mungkin mereka sudah merasa bangga ketika disapa, terlebih ketika diingat dan diperhatikan.

Sebuah sapaan sederhana dapat memiliki arti yang besar: bahwa mereka tetap dikenal, tetap dihargai, dan tetap menjadi bagian dari perjalanan ini.

Jangan sampai orang-orang yang dahulu mengantarkan kita dengan penuh harapan justru merasa asing ketika kita telah sampai di tujuan.

Saya tentu memiliki keterbatasan. Tidak semua persoalan dapat saya selesaikan, dan tidak semua harapan dapat segera saya penuhi. Namun, saya ingin terus berusaha mendengarkan, memberikan penjelasan dengan baik, serta melakukan sesuatu yang bermanfaat sesuai kemampuan, kewenangan, dan kapasitas saya.

Bagi saya, menjaga komunikasi merupakan bagian dari menghormati kepercayaan. Ketika belum dapat membantu, setidaknya kita hadir untuk mendengar dan menyampaikan keadaan yang sebenarnya. Jangan membiarkan orang menunggu tanpa kabar atau merasa dilupakan.

Saya berharap tetap menjadi pribadi yang dahulu dikenal oleh teman-teman dan sahabat semua. Tetap bisa diajak berbicara, bersedia mendengarkan, dan mau menerima nasihat. Jika ada sikap atau kesibukan saya yang membuat hubungan terasa menjauh, semoga saya selalu memiliki kerendahan hati untuk memperbaikinya.

Tolong ingatkan saya apabila ada langkah yang keliru atau perhatian yang terlewatkan. Persaudaraan perlu dijaga dengan ketulusan dan keberanian untuk saling mengingatkan.

Jabatan ada waktunya, kekuasaan ada masanya. Cara kita memperlakukan orang lain akan tetap tinggal dalam ingatan mereka. Kelak, ketika amanah ini telah selesai, saya berharap masih dapat duduk bersama teman-teman dan sahabat dengan keakraban yang sama.

Saya ingin terus berusaha berbuat sesuatu bagi teman-teman, sahabat, dan masyarakat sesuai kemampuan serta kapasitas yang Tuhan percayakan kepada saya.

Mohon doa dari seluruh teman-teman Sahabat JFK, semoga Tuhan senantiasa memberikan saya kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan kemampuan untuk menjalankan amanah serta tetap hadir bersama sahabat semua.

Semoga saya tidak melupakan jalan yang pernah saya lalui dan tangan-tangan yang pernah menolong saya. Semoga kepercayaan ini membuat saya semakin peka untuk mendengar dan semakin sungguh-sungguh untuk mengabdi.

Salam hormat dan persaudaraan,

Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat

Dapil Sulsel III


Berita terkait

Baca Berita

Melejitnya Harga Beras: Ujian Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Rakyat

2026-09-24 01:57:12

Kenaikan harga beras menjadi ujian kedaulatan pangan, daya beli rakyat, kesejahteraan petani, serta efektivitas kebijakan pemerintah menjaga stabilitas pangan..

Baca Berita

KETIKA GELANGGANG MENJADI TEMPAT YANG MENYIMPAN RISIKO

2026-11-03 13:01:52

Menguak Persoalan Keselamatan Pencak Silat: Dari Matras, Teknik Jatuhan, hingga Prosedur Medis yang Dipertanyakan.